Kaya ataupun miskin merupakan ujian keimanan seseorang. Apakah ia akan
tetap dengan keimanannya ataukah ia akan jadi goyah, imannya jadi luntur
dan terjerumus melakukan kesalahan dan dosa.
Ketika anda dalam keadaan susah mampu bersabar dan ketika nikmat itu
menghampiri anda membuat anda lupa, anda merasa bahwa ini hasil usaha
anda. Anda mungkin jadi tidak lagi rajin ibadah. Anda jadi sebuk dengan
pekerjaan. Sudah seharusnya ketika kita dalam keadaan susah mesti
bersabar dan sudah selayaknya ketika kenikmatan menghampiri mampu kita
syukuri. Nabi Sulaiman memberikan keteladan ketika anugerah Allah
diterimanya. Ia memahami hakikat ini adalah ujian belaka
"Ini adalah sebagian anugerah Tuhan-Ku, untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau kufur" (QS An-Naml [27]: 40).
Marilah kita senantiasa mensyukuri berapapun yang kita dapatkan hari
ini. Bukannya mengeluh dengan seretnya rezeki. Ini bagian dari perintah
Allah.
"Jika kamu bersyukur pasti akan Kutambah (nikmat-Ku) untukmu, dan bila
kamu kufur, maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih." (QS lbrahim [14]: 7)
Semakin banyak kita bersyukur maka Allah akan tambahkan nikmatnya.
Semakin rajin berinfaq semoga akan semakin bertambah rezeki kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar