Senin, 23 April 2018

Agar Nasi di Magic Jar tidak Bau


Pengguna magic jar pasti pernah mengalami, masak nasi pagi,  sore sudah rusak, masak nasi sore,  pagi sudah bau tidak bisa dimakan.  Pembantu saya menganalisisnya, katanya karena kena santet.

Nasi rusak atau bau itu disebabkan karena ulah bakteri.  Kok bisa? Padahal suhu magic jar tinggi dan tidak memungkinkan bakteri hidup? Iya betul, Bakteri umumnya mati di lingkungan bersuhu tinggi seperti magic jar. Namun ada jenis bakteri tertentu, disebut bakteri Thermophyl (termofil) yang hidupnya justru di tempat panas. Bakteri ini tahan hidup pada suhu 60 - 80C, dimana bakteri yang lain mati.  Bakteri ini suka mengoksidasi sulfur yang menyebabkan nasi berbau busuk. 

Bagaimana bakteri bisa masuk ke magic jar?  Bakteri terdapat di mana-mana. Ketika kita membuka menutup magic jar,  bakteri yang ada di udara masuk.  Bisa juga masuk melalui entong,  alat penyiduk nasi.  Atau cara lainnya. 

Supaya bakteri tersebut tidak dapat hidup,  pada waktu akan memasak nasi dan menghidupkan magic jar,  coba masukkan air perasan jeruk nipis. Air jeruk berfungsi memberi suasana asam pada nasi sehingga bakteri tidak dapat hidup. Jika nasinya banyak, diperlukan satu jeruk nipis yang diperas dan airnya dicampur ke air nasi untuk memasak.  Nasi tidak akan terasa asam.

Jika magic jar sudah terkena bakteri sehingga selalu merusak nasi,  maka langkah berikut  ini akan menghindarinya:

1. Lepas atau ambil bagian penampung nasi atau wadah nasi. Bagian ini terbuat dari alumunium.  Panaskan di atas kompor selama 10 hingga 15 menit. Maksudnya supaya semua bakteri terbunuh. Biarkankan dingin dan bagian dalam ini jangan diraba-raba biar tidak terkontaminasi (tidak terkena bakteri lagi). 

2.  Bersihkan bagian pemanas nasi (bagian luar magic jar) dengan kapas yang dicelup dengan alkohol 70%.   Ini untuk sterilisasi. Awas, matikan dulu sambungan listriknya.

3.  Demikian juga entong yang telah dicuci harus dibersihkan dengan kapas yang dicelup alkohol 70%. Tangan Anda juga.

4.  Semua peralatan yang berkaitan dengan magic jar (misal kain lap,  tempat entong) harus dibersihkan dan disterilkan dengan alkohol 70%.  Jangan menggunakan entong yang belum dibersihkan.

Langkah 1 sd 4 tersebut akan menghindari dan bahkan tidak memungkinkan bakteri termofilik hidup. 
Ada kemungkinan Anda belum berhasil. Jika belum, lakukan dengan cermat dan bayangkan di sekitar Anda banyak bakteri. Kemudian lakukan agar langkah-langkah di atas agar  benar-benar steril.  Jika belum berhasil lagi, berarti bakteri masih ada dan lakukan lagi dan bayangkan Anda melakukannya dengan benar dan steril. Pasti berhasil.

Bagi Anda yang tidak mengalami atau belum mengalami, ada baiknya Anda melakukan pencegahan yaitu memasukkan air jeruk nipis ke dalam air sebelum dipanaskan dengan magic jar.

Jadi, nasi rusak/bau di magic jar karena bakteri trmofil

Contoh permohonan maaf menjelang puasa


📝Sdah mau puasa ni...
 saya😊
    mungkin😳
         banyak😣
              salah😔
                  pada😞
                       mu😱
                     sengaja😁
                       atau😲
                     tidak🙅
                 jadi💁
            sebelum☝
         masuk🚶
    ramadhan🌙
saya😌
mohon
      maaf☺
            lahir😢
                  batin💚
                    kepada😉
               smua😃
          setulus
      hati
 ku
,,,,,🌺,,,,kembang melati sungguh lah indah,,,,,,,,
🌹,,,,di tengah taman jadi hiasan,,,🌺,,,
,,,,,,harum ROMADHON tercium sudah,,,,,,,,,
,,,,,,,kalau ada KHILAF dan SALAH mohon di maaf kan,,,

,,,,,,🌷,,, makan roti jangan berlari,,,,,,🌺,,,,,
Bersih kan HATI SUCI KAN DIRI,,,,,,🌺,,,,,,
,,,,bunga teratai terikat rapi,,,,,,,,🌹,,,,,,,,
Lama di pandang indah sekali,,,,,,,🌷,,,,,,,
,,,,biar pun ROMADHON  sebentar lagi,,,,,,,,,
🌺,,,,mudah"an  saya jadi orang pertama yg ngucapkn,,,,,,,,,,,,,,
MARHABAN YAA ROMADHON 😊😊😊

✅ Dosa Jangan di ➕
✅ Amal Jangan di ➖
✅ Cinta Jangan di ➗
✅ Hidup hanya 1  ✖

🔳 Gugur Bunga karena layu
🔳 Gugur Iman karena nafsu 
🔳 Gugur Cinta karena cemburu
🔳 Tertawa karena Bahagia
🔳 Menangis karena Derita
🔳 Bertaubat karena Dosa
🔳 Beribadah karena Takwa
🔳 Hidup tanpa Cinta pasti hampa
🔳 Hidup gila Harta pasti Celaka
🔳 Hidup penuh Dosa akan ke Neraka
🔳 Hidup Bersyukur dengan apa adanya
🔳 Insya Allah akan Bahagia 😊😄❤❤❤


_________________


⛳⛳⛳⛳⛳⛳

.. Air tak selalu jernih
┆begitu juga ucapanku
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡..̷̴✽̶⌣̊✽̶
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡..̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆Kapas tak selalu putih  
┆begitu juga hatiku
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡..✽̶⌣̊
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡..̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆Langit tak selalu biru   
┆begitu juga hidupku
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡..̷̴✽̶⌣̊✽̶
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡..̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆Jalan tak selalu lurus    
┆begitu juga langkahku
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡..̷̴✽̶⌣̊✽̶
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡..̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆Jika Maaf itu bisa terucap hari ini    
┆Untuk Apa menunggu Hari Raya tiba?
┆Sedangkan hembusan Nafas pun
┆Kita tak pernah tau bila akan
┆Berhenti...
┆maka dari itu ku ingin Mohon Maaf atas
┆Kesalahan Kekhilafan maupun
┆Perbuatan yg sengaja ataupun tidak
┆sengaja..yg membuat sakit hati
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡..̷̴✽̶⌣̊✽̶.
. Sebelum sya'ban usai
. Sebelum Ramadhan datang
. Sebelum operator sibuk
. Sebelum SMS pending
. Sebelum Whatsap pending
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡..̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆    Dengan ini saya mengucapkan ......

*_Mohon Maaf Atas Salah dan Khilaf_*

Semoga kita diberi umur panjang dan barokah sehingga dapat melalui
bulan Sya'ban dngn tenang dan umur kita berjumpa bulan Ramadhan yg sdh di nantikan seluruh Umat islam
Aamiiin yaa robbal 'alamin...

Siapa Yang Kentut..? Silahkan Berdiri..!

Dikisahkan, bahwa suatu hari para sahabat sedang berkumpul di masjid. Lalu terciumlah bau kentut diantara mereka, sehingga membuat para sahabat tidak tahan dengan bau tersebut, salah seorang dari mereka berdiri dan berkata, “Barangsiapa yang kentut, silakan bangun”.
Hening, tak seorang pun berdiri.
Ketika datang waktu ‘Isya mereka berkata, “Orang yang kentut pasti akan berwudhu setelah ini. Orang itulah yang kentut”.
Setelah itu, para sahabat menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang keluar. Masih seperti tadi, tak seorang pun yang beranjak dari tempat duduknya, mungkin malu. Lalu Bilal bangun untuk mengumandangkan adzan. Tapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Tunggu dulu, aku belum batal, tapi aku hendak berwudhu lagi. Lalu para sahabat pun ikut berwudhu dan tidak diketahui siapa yang kentut waktu itu.
Subhanallah. Sungguh, dalam diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi kita semua.

Kisah tentang menjaga perasaan saudara seiman pun juga terjadi pada seorang ulama, yaitu Syaikh Abdurrahman Hatim bin Alwan. Beliau merupakan salah satu ulama besar di Khurasan pada zamannya. Dikenal dengan Hatim Al A’sham, yang artinya Hatim si tuli.
Suatu ketika ada seorang wanita yang datang menemui beliau. Namun, tanpa sengaja ia kentut dengan suara yang cukup keras. Wanita itu salah tingkah, menahan malu. Lalu syaikh ini pura-pura tuli, dan meminta si wanita mengulangi pertanyaannya. Dengan sikap sang syaikh, wanita itu pun merasa sedikit lega. Ia mengira sang syaikh benar-benar tuli. Lalu mereka berbicara dengan saling meninggikan suara.
Wanita itu hidup selama lima belas tahun setelah kejadian tersebut. Selama itu pula Syaikh Hatim pura-pura tuli. Hingga wanita itu meninggal, ia tak pernah tahu kepura-puraan beliau.

Usai shalat ashar di masjid Quba, seorang sahabat mengundang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam beserta jamaah untuk menikmati hidangan daging unta di rumahnya. Ketika sedang makan, ada tercium aroma tidak sedap. Rupanya diantara yang hadir ada yang buang angin. Para sahabat saling menoleh. Wajah Rasulullah sedikit berubah tanda tidak senang. Maka tatkala waktu shalat maghrib hampir masuk, sebelum bubar, Rasulullah berkata: "Barangsiapa yang makan daging unta, hendaklah ia berwudhu!". Mendengar perintah Rasulullah tersebut maka seluruh jamaah mengambil air wudhu. Dan terhindarlah aib orang yang buang angin tadi.

Tiga kisah di atas menceritakan bagaimana seharusnya seorang muslim untuk menjaga kehormatan saudaranya.

💡 *Bukan malah menertawakannya atau menyebarkan aibnya.*

Abu Hurairah berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِماً سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كاَنَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ.
“... dan akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hamba-Nya selama hamba-Nya menolong saudaranya.” (Muttafaq alaih)

*Semoga bermanfaat*

Laut dan Pendapat Orang


💠 *LAUT DAN PENDAPAT ORANG*🌐🌷

🙍‍♂Seorang anak kehilangan sepatunya👞 di laut,
 lalu dia menulis di pinggir pantai ...
*LAUT INI MALING ...*

👨🐠Nelayan yg membawa hasil tangkapan ikan begitu banyak, lalu dia menulis di pantai ...
*LAUT INI BAIK HATI ...*

👩Seorang anak tenggelam di lautan lalu ibunya menulis di pantai ...
*LAUT INI PEMBUNUH ...*

🚤Seorang berperahu dan di hantam badai, lalu menulis dipantai ...
*LAUT INI PENUH MARABAHAYA*

😀Tak lama datanglah Seorang lelaki yg menemukan sebongkah mutiara di dalam lautan, lalu dia menulis di pantai ...
*LAUT INI PENUH BERKAH ...*

⭕Sementara seisi lautan tak pernah mengeluh.
Kemudian datanglah ombak besar dan menghapus semua tulisan di pantai itu tanpa sisa.

💙 *MAKA.......*
*JANGAN RISAUKAN OMONGAN ORANG*

💚 *KARENA SETIAP ORANG MEMBACA DUNIA DENGAN PEMAHAMAN DAN PENGALAMAN YANG BERBEDA*

❤ *Teruslah melangkah, selama engkau di jalan yang baik*
*Meski terkadang kebaikan tidak senantiasa di hargai*

💛 *Tak usah repot repot mau menjelaskan tentang diri mu kepada siapa pun, Karena yang menyukai mu tidak butuh itu, Dan yang membenci mu tidak percaya itu*

🌺Hidup bukan tentang siapa yang *terbaik*, tapi Siapa yang mau *berbuat baik*

💔 Jangan menghapus Persaudaraan hanya karena *sebuah Kesalahan ...*
Namun *Hapuslah kesalahan demi lanjutnya Persaudaraan..*

🌸Jika datang kepadamu gangguan...
Jangan berpikir bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Perih, tapi berpikirlah bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Baik.

🌼Kurangi mengeluh teruslah berdoa dan berikhtiar.
Sibukkan diri dalam kebaikan.
Hingga keburukan lelah mengikuti kita.

❣Tugas kita adalah berbuat yang baik & benar Bukan untuk menghakimi

😀🙏Memaafkan adalah memaafkan *tanpa mengatakan tapi..*
Menghargai adalah menghargai *tanpa mengatakan tapi..*
🌹Jangan pakai hukum sebab akibat untuk mencari alibi dan membenarkan amarahmu..
*Karena jika kita baik, amarah tak akan tumbuh subur*

*Semoga bermanfaat*

*Salam sehat  maju dan sukses bersama- positive thinking dan selamat beraktifitas*
# *menurut saya ini bagus jadi saya re share*🙏

Sabtu, 21 April 2018

Fenomena Akhir Zaman


● Banyak rumah semakin besar, tapi keluarganya semakin kecil.
● Gelar semakin tinggi, akal sehat semakin rendah
● Pengobatan semakin canggih, kesehatan semakin buruk.
● Travelling keliling dunia, tapi tidak kenal dengan tetangga sendiri.
● Penghasilan semakin meningkat, ketenteraman jiwa semakin berkurang.
● Kualitas Ilmu semakin tinggi, kualitas emosi semakin rendah.
● Jumlah Manusia semakin banyak, rasa kemanusiaan semakin menipis.
● Pengetahuan semakin bagus, kearifan semakin berkurang.
● Perselingkuhan semakin marak, kesetiaan semakin punah.
● Semakin banyak teman di dunia maya, tapi tidak punya sahabat yang sejati.
● Minuman semakin banyak jenisnya, air bersih semakin berkurang jumlahnya.
● Pakai jam tangan mahal, tapi tak pernah tepat waktu.
● Ilmu semakin tersebar, adab dan akhlak semakin lenyap
● Belajar semakin mudah, guru semakin tidak dihargai
● Teknologi Informasi semakin canggih, fitnah dan aib semakin tersebar.
● Orang yang rendah ilmu banyak bicara, orang yang tinggi ilmu banyak terdiam.
● Tontonan semakin banyak, tuntunan semakin berkurang...

*Semoga bermanfaat 😌..

Kopi dan Gula

Ayah : Tolong buatkan kopi dua gelas untuk kita berdua nak, tapi gulanya jangan engkau tuang dulu, bawa saja ke mari beserta wadahnya.

Anak : Baik, ayah

Tidak berapa lama, anaknya sudah membawa dua gelas kopi yang masih hangat dan gula di dalam wadahnya beserta sendok kecil.

Ayah : Cobalah kamu rasakan kopimu nak , bagaimana rasa kopimu?

Anak : rasanya sangat pahit sekali ayah

Ayah : Tuangkanlah sesendok gula, aduklah, bagaimana rasanya?

Anak : Rasa pahitnya sudah mulai berkurang, ayah

Ayah : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Anak : Rasa pahitnya sudah berkurang banyak, ayah

Ayah : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Anak : Rasa manis mulai terasa tapi rasa pahit juga masih sedikit terasa, ayah

Ayah : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Anak : Rasa pahit kopi sudah tidak terasa, yang ada rasa manis, ayah

Ayah : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Anak : sangat manis sekali, ayah.

Ayah : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Anak : Terlalu manis. Malah tidak enak, ayah

Ayah : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Anak : rasa kopinya jadi tidak enak, lebih enak saat ada rasa pahit kopi dan manis gulanya sama-sama terasa, ayah.

Ayah : Ketahuilah nak.. pelajaran yg dapat kita ambil dari contoh ini adalah.. jika rasa pahit kopi ibarat kemiskinan hidup kita, dan rasa manis gula ibarat kekayaan harta, lalu menurutmu kenikmatan hidup itu sebaiknya seperti apa nak?

Sejenak sang anak termenung, lalu menjawab.

Anak : Ya ayah, sekarang saya mulai mengerti, bahwa kenikmatan hidup dapat kita rasakan, jika kita dapat merasakan hidup secukupnya, tidak melampaui batas. Terimakasih atas pelajaran ini, ayah

Ayah : Ayo anakku, kopi yg sudah kamu beri gula tadi, campurkan dengan kopi yang belum kamu beri gula, aduklah, lalu tuangkan dalam kedua gelas ini, lalu kita nikmati segelas kopi ini.

Sang anak lalu mengerjakan perintah ayahnya

Ayah : Bagaimana rasanya?

Anak : rasanya nikmat, ayah.

Ayah : Begitu pula jika engkau memiliki kelebihan harta, akan terasa nikmat bila engkau mau membaginya dengan org2 yang kekurangan.

Anak : Terima kasih atas ilustrasinya, ayah

Selamat ngopi ☕

Subhanallah, Nenek Penjual Bubur Ini Naik Haji dari menabung 10 ribu tiap hari



Tetangga Kaget, Mak Ti Pedagang Bubur dari Gresik Ini Ternyata Naik Haji
sugiyono
NAIK HAJI - Mak Ti didampingi putranya menunjukkan bubur yang dijual di Pasar Cerme, Gresik, Senin (22/8/2016). Keuntungannya ditabung Rp 10.000 setiap hari.
SURYA.co.id | GRESIK - Nawati (60), warga desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Gresik akan naik haji besok hasil dari menjual bubur dan menabung Rp 10.000 setiap hari.

Nenek satu cucu ini dijadwalkan berangkat ke tanah suci Makkah pada kloter 39 yang berangkat Rabu (24/8/2016).

Nawati sehari-hari hanya berjualan bubur di Pasar Cerme. Selama lebih dari 45 tahun dia menjual bubur. Niatnya menunaikan ibadah haji akhirnya terkabul setelah tekun menabung selama 10 tahun dari menyisihkan penghasilan menjual bubur.

“Dulu, kalau tidak habis, dijual keliling kampung. Sekarang menetap berjualan di Pasar Cerme sampai habis,” kata Nawati didampingi putranya, Senin (22/8/2016).

Usaha berjualan bubur tersebut sudah dijalani sejak usia 15 tahun.

Sampai saat ini usianya sudah 60 tahun sehingga selama 45 tahun Nawati berjualan bubur.
“Kalau ada lebih ya ditabung. Kalau tidak ada ya tidak menabung. Besoknya, kalau ada lebih menabung lagi. Hampir 10 tahun ini terus menabung. Setiap hari hanya Rp 10.000,” kata Nawati yang akrap disapa Mak Ti.

“Semangat, setiap hari harus berangkat berjulan bubur,” katanya sambil menunjukan bubur yang siap dijual.
Keberangkatan Mak Ti ke tanah suci tidak diduga oleh tetangga. Namun, kini mereka bangga dan ingin meniru kegigihannya dalam menabung dan kerja keras untuk menggapai cita-citanya.

“Warga sangat bangga terhadap perjuangan Mak Ti untuk ke tanah suci. Semoga ini menjadi penyemangat bagi masyarakat bahwa yang punya uang banyak belum tentu punya niat ke tanah suci tapi yang mempunyai niat dan berusaha pasti akan dikabulkan Allah. Semoha Mak Ti berangkat dan pulang dari tanah suci dalam kondisi sehat wal afiat,” kata Muhamad Najik, tetangga Mak Ti.

Sumber : http://surabaya.tribunnews.com/2016/08/22/tetangga-kaget-mak-ti-pedagang-bubur-dari-gresik-ini-ternyata-naik-haji?utm_source=RD&utm_medium=inart&utm_campaign=khiprd

Nenek 90 Tahun dari Sidomulyo Berangkat Haji dari Hasil Jual Daun Pisang


Nenek 90 Tahun dari Sidomulyo Berangkat Haji dari Hasil Jual Daun Pisang


TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA -Matahari senja menggelincir menuju peraduannya. Usai melaksanakan salat Ashar, Nenek Ponirep (90) sudah menyiapkan pisau yang akan digunakannya mencari daun pisang.

Sebab, esok paginya, ia akan menjual daun pisang ke pasar. Setelah persiapan selesai, ia beranjak ke samping rumahnya yang terdapat puluhan tanaman pisang.

Lalu ia menyelipkan sabit pada ujung galah bambu yang akan digunakannya memotong dahan daun pisang yang tinggi. Tangan tuanya sangat cekatan memotong dahan daun pisang.

Tak terlalu lama, beberapa daun pisang terkumpul. Dengan pisau, ia memisahkan daun dengan pelepahnya.
Kemudian daun pisang dibawanya ke dalam rumah untuk dikebat dan nantinya dibawa ke Pasar Sidomulyo. Aktivitas mencari daun pisang ini jadi kegiatan rutin Ponirep yang tinggal di Dusun Purwodadi, Desa Sidomulyo, Sidomulyo, Lampung Selatan.

Puluhan tahun sudah Ponirep melakoni profesi ini. Ia berjualan daun pisang sambil berjualan tempe. Adapun tempe diambil dari anaknya yang jadi pembuat tempe di Sidomulyo.

Hasil dari puluhan tahun berjualan daun pisang dan tempe itu, sebagian disimpan Ponirep. Simpanan itulah yang jadi ongkos menunaikan Rukun Islam ke-5 tahun ini.

Anak-anaknya pun tidak pernah mengetahui jika ibunya menabung untuk bisa menunaikan ibadah haji. Mereka baru mengetahui saat nenek kelahiran Bantul, Yogyakarta ini hendak berangkat haji.

"Ibu sudah menabung puluhan tahun. Kita tidak pernah tahu. Saya sendiri baru tahu saat diminta menemani mendaftar haji tahun 2011 lalu. Itupun ibu meminta tidak diberitahukan dahulu kepada anaknya yang lain," cerita Sumijo, anak kedua Ponirep kepada Tribun, Senin (22/8).

 Sumber : http://lampung.tribunnews.com/2016/08/22/nenek-90-tahun-dari-sidomulyo-berangkat-haji-dari-hasil-jual-daun-pisang

Kisah Sopir Menjadi Pengusaha Tambang dan Boss Besi


Ini kisah menarik yang pernah disampaikan oleh Ustadz Yusuf Manshur dalam sebuah ceramahnya. Dengan bahasan dan gayanya yang khas, beliau sampaikan kisah ini.

Dan di sini admin ingin berbagi dengan kita semua, tentunya dengan bahasa dan penuturan yang sudah diubah, semoga menjadi ibroh dan pelajar buat kita agar lebih bersyukur dan tawakkal dalam hidup ini.

Sang ustad bercerita:

Ada kawan saya yang sangat menginginkan anaknya jadi 'Pengusaha Tambang'. Untuk mencapai cita-cita tersebut, maka sejak anak itu masuk SMA, kawan saya ini sudah melatih anak ini giat beribadah agar hidupnya dimudahkan oleh Allah.

Akhirnya anak ini tumbuh menjadi pemuda yang sholeh, rajin Tahajud, Dzikir,  wirid dan juga sedekah.

Sang ayah sangat ingin anaknya bisa kuliah di ITS atau ITB, supaya nanti bisa jadi 'Ahli Tambang'.

Hingga pada saat anak ini kelas 12 (SMU kelas 3), si bapak menjual motor satu-satunya yang beliau miliki untuk disedekahkan, dengan sedekah tersebut beliau berharap rahmat dari Allah Swt dan kelancaran dari Sang Khaliq untuk kelancaran test anaknya.

Akhirnya, sang anak pun ikut seleksi SBMPTN ambil di ITB dan ITS, ambil mandiri juga.Ambil jurusannya gak jauh-jauh dari 'Pertambangan & Metalurgi' sebab udah jadi cita-citanya dari dulu.

Singkat cerita, sang anak ternyata tidak lolos SBMPTN. Tapi si Bapak masih lega sebab masih ada cadangan yang lewat mandiri.

Tapi ternyata, jalur mandiri di  ITB pun tidak lolos!!!

Bapak ini akhirnya bingung. Dalam hatinya mulai bertanya-tanya:

"Kenapa Allah tidak mengabulkan impian saya?"

Sang ayah itu amat ingin anaknya menjadi 'Ahli Tambang' supaya punya manfaat buat ummat di kemudian hari.

Sang bapak pun sudah kehabisan biaya untuk ikut test dan bimbel karena untuk ini & itu pasti perlu banyak biaya.

Sang anak pun tak kurang kecewanya, ia merasa bersalah kepada sang ayah. Akhirnya pasrah, si anak memutuskan untuk kerja.

Tidak jadi tukang tambang seperti yang diimpikan sang ayah, tapi 'Jadi Supir Pribadi' !!! jauh meleset!  Jauh sekali dari yang diharapkan Bapaknya.

Si anak Tawakkal kepada Allah... Pasrah sepasrah-pasrahnya sama Allah. Sambil yakin “Pasti Allah baek ama gue, ini semua pasti ada Hikmahnya ”.

Nah… Kebetulan si anak ini jadi 'Supir Boss Besi' di Surabaya.  Tiap hari ini anak muda ini mengantarkan bossnya ke tempat-tempat pengumpul 'Besi Bekas' di daerah Jawa. Dari Banten hingga ke Jatim buat ketemu klien-klien.

Bukan hanya itu, sang Boss juga mengajarkan anak mudu ini tentang bagaimana memilih Besi yang Bagus, di mana beli Besi Bagus, dan kemana harus dijual.

Singkat cerita...
2 tahun sudah ini anak kerja jadi 'Supir si Boss Besi'. Si Boss Besi gak punya anak lelaki, akhirnya si boss putuskan dgn istrinya:

“Bu, anak ini amanah, cukup cerdas, biar dia saja yang pegang usaha kita, jadi kita tinggal ngawasin dia aja!”.

Akhirnya suami istri itu pun setuju, anak gadis mereka pun setuju, hatinya pun terpikat pada pemuda baik yang sholeh itu.

Kedua orangtua itu pun menyampaikan niat baik mereka kepada si pemuda. Hati anak muda ini bergetar.

Singkat cerita, ia pun menikah dengan putri bossnya dan mewarisi usaha besi sang mertua. Ia sekarang jadi 'Pengusaha Tambang Besi!

Beberapa bulan kemudian, ketika temen-temennya yang lulus di pertambangan ITS dan ITB masih kuliah, dia yang kemarin tidak lolos 'sudah Jadi Pengusaha'.

Lucunya... beberapa tahun kemudian, ketika si anak ini menginterview calon karyawannya lalu melihat CV mereka. ternyata si calon karyawan ini lulusan ITB ang seangkatan dengannya, ia pun bergumam dalam hati : “ehmmm saingan gue dulu nih.”.

Yang lulus masih jadi karyawan tapi yangt idak lolos malah jadi boss! Heran kan?

Tidak usah heran!

Inilah cara Allah yang kita tidak dapat bocorannya saat itu

~~~~~~~~~~~~~~~~~
'Kegagalan'
bukanlah Penghalang.
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Itu justru jalan tol ente semua menuju kesuksesan yg telah Allah rencanakan.

Semoga memotivasi kita semua!

Ingat,
Ada banyak cara menjemput rezeki yang ada di sekitar kita.

1. Taqwa
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,” (QS ath-Thalaq: 2-3).

2. Tawakal
Nabi s.a.w. bersabda: “Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.” (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)

3. Shalat
Firman Allah dalam hadis qudsi: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya." (Riwayat al-Hakim dan Thabrani)

4. Istighfar
"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu ke-bun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai" (QS Nuh: 10-12).

“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim).

5. Silaturahmi
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturahim.”

6. Sedekah
Sabda Nabi s.a.w.: “Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan kerana orang-orang lemah di kalangan kamu.” (Riwayat Bukhari)

7. Berbuat Kebaikan
"Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS Alqashash:84)

Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah tdk akan zalim pd hambanya yg berbuat kebaikan.Dia akan dibalas dengan diberi rezeki di dunia dan akan dibalas dengan pahala di akhirat.(HR. Ahmad)

8. Berdagang
Dan Nabi SAW bersabda: “Berniagalah, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalam perniagaan” (Riwayat Ahmad)

9. Bangun Pagi
Fatimah (putri Rasulullah) berkata bahwa saat Rasulullah ( S.A.W.) melihatnya masih terlentang di tempat tidurnya di pagi hari, beliau (S.A.W.) mengatakan kepadanya, "Putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan-hati Tuhanmu, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. Allah membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh sampai terbitnya matahari. ( H.R. Al-Baihaqi)

Aisyah juga meceritakan sebuah hadits yang hampir sama maknanya, yang mana Rasulullah (S.A.W.) bersabda, "Bangunlah pagi-pagi untuk mencari rezekimu dan melakukan tugasmu, karena hal itu membawa berkah dan kesuksesan. (H.R. At-Tabarani)

10. Bersyukur
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim:7)
 
Sumber :  http://www.putramelayu.web.id/2015/10/kisah-penguasaha-tambang-dan-boss-besi.html